www.hajiakbar.com


PERSIAPAN MENGHADAPI IBADAH HAJI

oleh : H. Akbar

Dalam melaksanakan kegiatan apapun, persiapan merupakan sesuatu yang penting jika kita ingin mendapatkan hasil yang baik. Teristimewa ibadah haji yang mempunyai kedudukan tinggi dalam pandangan Allah SWT. Berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang akan memperoleh balasan surga adalah haji mabrur. Predikat mabrur yang melekat pada kata ‘haji’ tentu memerlukan upaya maksimal. Secara logika, haji mabrur tidak mungkin bisa diperoleh tanpa adanya usaha serius. Usaha tersebut tentu berbentuk persiapan yang harus kita lakukan sebelum kita berangkat ke tanah suci. Pada umumnya persiapan dalam rangka melaksanakan ibadah haji meliputi persiapan jasmani, rohani dan perlengkapan. Hal-hal yang berkaitan dengan persiapan perlengkapan akan disajikan dalam judul tersendiri.

A. PERSIAPAN JASMANI

Ibadah haji berbeda dengan ibadah lainnya. Dalam pelaksanaannya melibatkan perpaduan antara kegiatan fisik dan mental. Bahkan tiga kegiatan haji mutlak memerlukan ketangguhan fisik yang prima, yaitu, thawaf, sa’i, dan melontar jumrah. Untuk itu, setiap jemaah haji perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini :

  1. Menciptakan dan memelihara kondisi fisik agar tetap prima dengan memperhatikan makanan yang seimbang.
  2. Melatih diri dengan berjalan kaki beberapa kilometer setiap pagi agar otot menjadi lentur. Membiasakan berjalan menjadi penting karena pada praktiknya ibadah haji dilakukan dengan berjalan, baik siang maupun malam hari.
  3. Melatih diri dengan berjalan di bawah terik matahari. Panas di daerah tropis sebenarnya belum seberapa jika dibandingkan dengan panas di Arab Saudi. Meskipun demikian latihan semacam ini dipandang cukup untk menghadapi terik matahari saat menunaikan ibadah haji.
  4. Memeriksakan kesehatan kepada dokter atau rumah sakit terutama jemaah haji yang mempunyai penyakit khusus, seperti penyakit jantung, hipertensi, maag, asma, dan penyakit lainnya.

B. PERSIAPAN ROHANI

Jemaah haji perlu secara sadar untuk berniat melakukan persiapan rohani atau mental karena ia akan membersihkan diri dari segala cacat dan cela. Dengan demikian jemaah haji bisa berangkan ke tanah suci dalam keadaan bersih dan suci, terlepas dari segala beban duniawi yang akan memberatkan pikiran selama menjalankan ibadah haji. Usahakan agar perjalanan rohani ini bisa berlangsung dengan baik dan lancar serta berharap ibadah hajinya mendapat ridho Allah SWT.

Dalam rangka berusaha memperoleh haji mabrur, maka kepada calon jemaah haji diharapkan dapat melakukan pendalaman sikap dan tabiat relijius berupa ikhlas, sabar, tolong menolong dan uang halal.

1. IKHLAS

Menunaikan ibadah haji merupakan perintah Allah kepada setiap manusia yang mampu. Luruskan niat dan kobarkan semangat dengan perasaan tulus dan ikhlas bahwa menunaikan ibadah haji hanya karena melaksanakan perintah Allah dan mengharapkan ridho-Nya semata. Hindarkan diri dari perasaan riya, ingin dipuji, takabur, sombong, merasa hebat serta sifat-sifat buruk lainnya.

2. SABAR

Sikap sabar amat diperlukan dalam melaksanakan ibadah haji. Sikap ini bahkan mulai diuji begitu seseorang memutuskan untuk berangkat ke tanah suci. Semua urusan memerlukan kesabaran, baik pada saat pembayaran ongkos haji, pemeriksaan kesehatan, pendaftaran, menunggu panggilan untuk pemberangkatan dan lain sebagainya. Di tanah suci apalagi, saat berkumpulnya jutaan jemaah dengan berbagai sifat, tabiat, dan kebiasaan yang berbeda tentu akan ada perilaku yang bisa membuat jemaah marah. Mulai dari sekedar tersenggol, terdorong atau bahkan terinjak. Bahkan antara suami isteri pun sering terjadi pertengkaran bila tidak diredam dengan sikap sabar.

3. TOLONG-MENOLONG

Sering dialami suatu keadaan seorang jemaah diminta untuk memberikan pertolongan kepada jemaah lain yang memang perlu ditolong. Lakukan pertolongan dengan segera. Jangan ragu-ragu. Dengan pertolongan yang diberikan maka Allah akan membalasnya dengan menolongnya. Orang yang banyak menolong orang lain dengan ikhlas segala urusannya akan mudah, dan ajaibnya dia akan terhindar dari berbagai kesulitan.

4. UANG HALAL

Mengerjakan haji dengan uang halal merupakan idaman hampir setiap orang, karena dengan uang halal itu diharapkan diperoleh predikat mabrur. Dalam satu haditsnya Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila seseorang pergi melaksanakan ibadah haji dengan nafkah yang baik (halal) dan meletakkan kakinya di atas kendaraannya, maka ketika dia berseru, ‘Labbaik Allahumma Labbaik’, dia akan mendapat sambutan dengan seruan dari langit, ‘Diterima panggilanmu dan berbahagialah engkau, karena bekalmu halal, dan kendaraan yang engkau pakai halal, dan hajimu diterima, tidak ditolak’ (HR Thabrani dari Abu Hurairah). Dan apabila seseorang pergi melaksanakan ibadah haji dengan nafkah yang kotor (haram), dan meletakkan kakinya di atas kendaraannya, maka ketika ia berseru, ‘Labbaik Allahumma Labbaik. Dia mendapat sambutan dari langit, ‘Ditolak panggilanmu, dan celakalah engkau, karena bekalmu haram, dan kendaraan yang engkau pakai haram, hajimu ditolak, tidak diterima’ (HR Thabrani dari Abi Hurairah).

5. BERSIHKAN DAN SUCIKAN DIRI

Maksudnya adalah membersihkan dan menyuckan diri secara rohani. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :

  • Bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWt
  • Memohon maaf kepada orang tua, isteri/suami, anak-anak, saudara, famili, tetangga, dll.
  • Memperbaiki atau meningkatkan mutu sholat agar lebih baik
  • Mengeluarkan zakat, karena zakat ini termasuk unsur pembersih diri dan harta

6. BIMBINGAN HAJI

Pergi haji merupakan suatu rangkaian ibadah yang terikat oleh waktu dan tempat disertai aturan dan larangan yang sangat ketat. Dilihat dari sifat dan status hukumnya, ibadah haji terdiri dari rukun, wajib, dan sunat haji. Idealnya seorang calon haji menguasai manasik haji secara penuh, namun bagi yang merasa masih terdapat kekurangan di sana-sini perlu adanya instruktur atau pembimbing yang akan mengarahkan terhadap calon haji yang bersangkutan agar hajinya tidak menyimpang dari aturan.

7. BELAJAR DOA

Sebenarnya doa bisa dibaca di buku panduan, namun untuk lancarnya pelaksanaan ibadah haji sebaiknya jemaah haji bisa menghafalnya. Selain daripada itu perlu juga dipelajari arti dari doa yang dibaca agar jemaah haji lebih menghayati dan secara khusyu’ memanjatkannya kepada Allah SWT. Semua doa dalam pelaksanaan ibadah haji adalah doa-doa bagus yang intinya untuk memohon kebahagiaan dan kesejahteraan dunia dan akhirat. Dengan menghayati arti dan makna doa itu, ibadah yang dilakukan akan menjadi lebih khusyu’.

8. MEMBERESKAN HUTANG PIUTANG

Hutang dapat mengganggu ketenangan dalam menunaikan ibadah haji. Sebelum berangkat, sebaiknya segala sesuatu yang berkaitan dengan hutang piutang harus dilimpahkan atau setidak-tidaknya dipermaklumkan kepada keluarga yang ditinggal agar mengetahuinya, sehingga kalau terjadi apa-apa terhadap jemaah haji mereka yang ditinggal dapat menyelesaikannya.

9. BEKAL UNTK KELUARGA

Jika jemaah calon haji berstatus sebagai kepala keluarga yang menjadi tulang punggung keluarga, maka tanggung jawab terhadap keluarga yang ditinggalkan di tanah air tetap harus dipenuhi. Oleh karena itu, sebelum berangkat jemaah calon haji harus meninggalkan bekal untuk mereka yang jumlahnya mencukupi untuk kehidupan dan keperluan mereka selama jemaah berada di tanah suci.

10. BELAJAR SHOLAT JENAZAH

Pada musim haji, baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi hampir setiap sholat wajib diiringi dengan sholat jenazah. Oleh karena itu bagi yang belum mengetahui tata cara pelaksanaan sholat jenazah atau belum hafap bacaannya, dianjurkan untuk mempelajari serta menghafalkannya sebelum berangkat ke tanah suci.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: