www.hajiakbar.com


KHATAM AL-QURAN DI MAQAM IJABAH

oleh : H. Akbar

Bagi orang yang baru menunaikan ibadah haji, aktifitas di tanah suci mungkin lebih didominasi oleh rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang dilihatnya. Tidak heran manakala kita jumpai di berbagai sudut kota Mekah dan Madinah jemaah haji Indonesia terlihat sibuk melihat dan mengamati berbagai hal terutama yang dipandang asing bagi mereka. Tempat-tempat yang bernilai sejarah selalu dipadati oleh jemaah dan kilatan blitz tak henti-hentinya menyinari obyek benda yang dibidiknya. Pengalaman semacam ini umumnya menjadi bahan cerita jika mereka sudah kembali ke tanah air bersama sanak keluarga dan handaitulan mereka.

Ibadah haji merupakan proses menuju taubatan nashuha, sehingga pesan-pesan haji yang diperoleh melalui penglihatan, pendengaran, dan amal nyata selama di tanah suci seyogyanya berisi pengalaman yang bersifat menggugah semangat orang yang belum berhaji untuk menunaikan ibadah haji. Dan setiap jemaah haji biasanya tidak pernah kehabisan bahan untuk bercerita tentang haji. Pengalaman berhaji tak ubahnya seperti sumur yang tidak pernah kering sekalipun ditimba setiap waktu oleh jutaan manusia.

Untuk bisa menyajikan cerita menarik tentang haji, idealnya seorang calon jemaah haji perlu menginventarisasi kegiatan yang akan dilakukannya, baik yang bersifat rukun, fardhu, maupun sunat. Setelah itu baru tambahan pengetahuan berdasarkan fakta di lapangan. Jika ini tidak dilakukan, maka calon jemaah haji datangnya ke tanah suci akan mengalami blank, tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Aktivitasnya hanya bergantung kepada pembimbing, padahal untuk bisa menimba pengetahuan atau meningkatkan amal lebih banyak dilakukan secara sendiri-sendiri.

Salah satu amal terpuji yang bisa dilakukan di tanah suci adalah tadarus al-Quran. Tadarus bisa dilakukan di mana saja selama tempat tersebut layak dipakai untuk membaca Al-Quran. Tadarus bisa dilakukan di dalam masjid sambil sesekali menatap ka’bah. Tadarus juga bisa dilakukan di halaman masjid sambil meni’mati pemandangan masjidil haram yang megah atau masjid nabawi nan anggun. Bahkan tadarus bisa dilakukan di maktab masing-masing. Namun, agar tadarus yang kita lakukan lebih berkesan kita perlu merencanakan khatam al-Quran di tempat tertentu yang merupakan maqam ijabah (tempat diterimanya doa).

Pada musim haji 2003, saya sempat melakukan tiga kali khatam al-Quran di 3 maqam ijabah, yaitu (1) di Arafah pada acara puncak haji tanggal 10 Pebruari 2003. Khatam Al-Quran di padang Arafah yang merupakan Ardhul-Muqaddasah (bumi yang paling disucikan) mempunyai kenangan tersendiri bagi saya. Al-Quran telah memberi spirit tentang perjalanan hidup yang harus saya lakoni. (2) di belakang Maqam Ibrahim pada tanggal 22 Pebruari 2003. Maqam Ibrahim yang merupakan lambang monumental mu’jizat Nabi Ibrahim AS sengaja saya jadikan titik untuk khatam Al-Quran didasari pentingnya kita menjaga dan mengistiqomahkan iman di dalam diri kita. (3) di Roudhoh pada tanggal 5 Maret 2003. Roudhoh (taman surga) yang disebut secara khusus oleh Rasulullah SAW merupakan lambang peluang atau kesempatan bagi siapa saja yang ingn meraih sukses, baik di dunia maupun di akhirat.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: