www.hajiakbar.com


MASJIDIL HARAM YANG SAYA KETAHUI

oleh  H. Akbar

Masjidil Haram adalah masjid tertua di dunia yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid ini berbentuk persegi empat dan dibangun mengelilingi ka’bah, rumah tempat menyembah Allah SWT dan ditetapkan menjadi kiblat sholat bagi muslimin di seluruh dunia. Shaf di Masjidil Haram berbentuk lingkaran, semuanya menghadap ke ka’bah yang berada di tengah-tengah. Ini merupakan keunikan yang tidak dimiliki masjid manapun di dunia. Apabila dilakukan sholat berjamaah, posisi imam berada di sebelah Maqam Ibrahim.

Dari masa ke masa masjid ini selalu mengalami perluasan yang diprakarsai oleh raja-raja Islam yang mempunyai perhatian terhadap Islam. Perluasan yang paling besar dan spektakuler dalam sejarah adalah yang diprakarsai oleh Raja Fahd Bin Abdul Aziz yang bergelar Khodimul Haramain atau Pelayan Dua Tanah Haram.

Sebelum diperluas oleh Raja Fahd, Masjidil Haram mempunyai luas 151.000 m2 dan hanya dapat menampung 313.000 jemaah pada hari biasa dan sekitar 500.000 orang pada musim haji. Kini luas Masjidil Haram menjadi 328.000 m2 sehingga dapat menampung 730.000 jemaah dalam satu waktu sholat berjamaah pada hari biasa dan lebih 1.000.000 jemaah pada musim haji.

Keistimewaan masjid ini adalah tentang pahala orang yang melakukan ibadah di dalamnya. Sholat di Masjidil Haram lebih utama dari sholat 100.000 kali di masjid lainnya. Demikian pula berdzikir, berdoa, bersedekah dan beramal baik lainnya. Bahkan dalam kitab Al-Fakihy Juz I halaman 98 disebutkan bahwa Ibnu Abbas RA menceritakan, dia mendengan Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah ‘Azza Wa Jalla menurunkan 120 rahmat kepada Baitullah setiap hari. Enam puluh untuk yang berthawaf, empat puluh untuk yang sholat, dan dua puluh untuk yang memandang ka’bah’.

Di dalam Masjidil Haram terdapat tempat penting dan bersejarah, yaitu :

(1) KA’BAH. Ka’bah merupakan bangunan pertama di muka bumi yang digunakan untuk menyembah Allah (QS Ali Imran : 96). Ka’bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah) atau baitul-‘Atiq (Rumah Kemerdekaan. Dibangun berupa tembok bersegi empat yang terbuat dari batu-batu besar yang berwarna kebiru-biruan yang berasaal dari gunung-gunung di sekitar Mekah. Rumah Allah ini dibangun di atas satu dasar fondasi yang kokoh terbuat dari batu marmer setebal kira-kira 25 cm. Tinggi dinding ka’bah adalah 15,00 m, lebar dindingutara 10,02 m, lebar dinding barat 11,58 m, lebar dinding selatan 10,13 m, lebar dinding timur 10,22 m. Batu-batu yang digunakan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk membangun ka’bah berasal dari 6 bukit, yaitu bukit Abu Qubaisy, bukit Thur Sina, bukit Al-Quds, bukit Radwa, bukit Warqam, dan bukit Uhud.

Oleh para penduduk dinding-dinding ka’bah diberi nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap, kecuali satu sudut dinding yang diberi nama Rukun Aswad karena pada sudut itu terletak Hajar Aswad. Keempat dinding atau sudut (rukun) tersebut adalah : sebelah utara disebut Rukun Iraqi (irak), sebelah barat disebut Rukun Syami (Suriah), sebelah selatan disebut Rukun Yamani (Yaman) dan sebelah timur disebut Rukun Aswad (Hajar Aswad). Keempat dinding itu ditutup oleh semacam kelambu sutera hitam yang disebut kiswah yang tergantung dari atap sampai ke kaki. Ka’bah telah diberi penutup dari luar yang disebut kiswah sejak jaman Nabi ismail AS.

Pada dinding sebelah timur disamping hajar aswad terdapat pintu yang diberi nama al-Burk. Tingginya kira-kira 2 m dan terbuat dari campuran logam emas dan perak. Di pintu itu ditatahkan ayat-ayat Al-Quran tentang ka’bah, haji, sholat dan tauhid. Di dalam ka’bah terdapat 3 buah tiang untuk menopang atap, dan sebuah tangga melalui pintu kecil untuk naik ke atas atap.

(2) MULTAZAM. Multazam adalah bagian tembok atau dinding yang terletak antara hajar aswad dengan pintu ka’bah. Tempat ini dipergunakan oleh jemaah haji untuk bermunajat kepada Allah SWT setelah selesai melakukan thowaf. Jarang orang tidak meneteskan air mata di tempat ini, terharu di hadapan kebesaran Allah SWT karena Multazam dinyatakan oleh Rasulullah SAW sebagai tempat paling mustajab untuk berdoa seperti yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Ibn Abbas, ‘Antara Rukun Aswad (sudut tempat terdapatnya hajar aswad) dan pintu ka’bah disebut Multazam. Ridak ada orang yang meminta sesuatu di Multazam melainkan Allah mengabulkan permintaan itu’.

Dalam kitab Akhbar Makkah diterangkan bahwa ketika Nabi Adam AS selesai melakukan thowaf (yang pertama kali) langsung ia melakukan sholat dua rakaat di depan pintu ka’bah, terus berdiri di Multazam dan berdoa. Setelah berdoa panjang lebar Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Adam AS. Doa Nabi Adam tersebut adalah , ‘Ya Allah, segala apa yang aku rahasiakan dan segala apa yang aku lakukan terbuka, terimalah pengaduanku. Engkau Mengetahui apa yang ada di dalam jiwaku dan segala apa yang ada padaku, ampunilah segala dosa-dosaku. Engkau Maha Mengetahui segala apa yang aku perlukan, berikanlah kepadaku apa yang aku minta. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu iman yang memenuhi hati dan keyakinan yang mantap sehingga menyadarkan aku kecuali apa yang telah Kau pastikan untukku, dan menyadarkan aku sehingga aku rela atas apa yang telah kau tetapkan untukku’.

Jemaah haji yang akan berdoa di Multazam perlu keikhlasan yang tinggi karena banyaknya jemaah yang berdoa sering terjadi adu kekuatan fisik.

(3) MAQAM IBRAHIM. Maqam Ibrahim adalah batu yang digunakan oleh Nabi Ibrahim AS berpijak pada waktu beliau membangun ka’bah. Maqam Ibrahim atau ‘bekas telapak kaki’ ini merupakan suatu benda ajaib yang dikaruniakan Allah sebagai mu’jizat kepada Nabi Ibrahim AS dimana batu unu dapat naik dan turun sendiri sesuai keinginan Nabi Ibrahim AS ketika membangun tembok ka’bah tersebut. Ibn Abbas menuturkan, ‘Tidak ada sesuatupun di bumi ini yang berasal dari surga, kecuali rukun (hajar aswad) dan maqam. Sesungguhnya keduanya adalah dua buah permata dari surga’. Abu Sa’id Al-Khudri mengatakan bahwa dia bertanya kepada Abdullah bin Salman mengenai atsar (bekas telapak kaki) pada maqam. Abdullah mengatakan, Dahulu batu dalam keadaan seperti sekarang ini, hanya saja Allah SWT hendak menjadikan maqam itu menjadi salah satu tanda diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya. Dan ketika Allah menyuruh Nabi Ibrahim AS untuk menyeru kepada manusia agar mereka mengerjakan haji, Ibrahim berseru, ‘Wahai umat manusia, penuhilah panggilan Tuhanmu seraya berseru, Labbaik Allahumma Labbaik’.

Dalam kitab Akhbar Makkah diterangkan, setelah Nabi Ibrahim AS menyelesaikan pembangunan ka’bah, beliau diperintahkan memanggil seluruh umat manusia untuk datang berhaji. Ketika ‘memanggil’ umat manusia untuk berhaji dan ziarah ke Baitullah itulah Nabi Ibrahim AS menggunakan maqam ini naik ke atas sampai lebih tinggi dari gunung-gunung yang ada di Mekah. Dengan kehendak dan kekuasaan Allah SWT pulalah suara Nabi Ibrahim AS dapat didengar oleh seluruh umat manusia yang sudah ada (sudah lahir) maupun yang belum lahir, sehingga mereka menjawab, ‘Ya… ya… aku penuhi panggilan-Mu’. Maka mereka yang menjawab sekali, dia akan dapat berhaji sekali sepanjang umurnya, yang menjawab dua kali akan dapat berhaji dua kali, yang menjawab tiga kali akan berhaji tiga kali, dan begitu seterusnya. Adapun yang pada waktu itu tidak menjawab, ia tidak akan dapat melakukan ibadah haji sepanjang umurnya.

Salah satu keistimewaan batu Maqam Ibrahim ini yang juga menjadi sifat batu Hajar Aswad adalah jaminan tidak akan disembah oleh orang-orang musyrik. Pada batu Maqam Ibrahim terdapat tanda bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS dengan kedalaman 9 sampai 10 cm, panjang kaki 27 cm dan lebar 14 cm. Untuk melindunginya, Maqam Ibrahim disimpan dalam cungkup kristal dalam sebuah bangunan berkerangka besi bertutup kaca tebal. Kita dapat melihat batu Maqam Ibrahim ini secara jelas karena masih terpelihara dengan baik dan bebas dari oksidasi dan kehausan apapun. Bahkan juga bebas dari usapan dan sentuhan tangan manusia karena Maqam Ibrahim diletakkan di sebuah bangunan berterali besi yang tingginya 3 meter.

(4) HAJAR ASWAD. Hajar aswad adalah ‘batu hitam’ yang terletak di sudut sebelah tenggara ka’bah, yaitu sudut untuk memulai dan mengakhiri thawaf. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘ruby’ yang diturunkan Allah SWT dari surga melalui malaikat Jibril. Hajar Aswad terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu sudah licin karena terus menerus dikecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan bahkan milyaran manusia sejak Nabi Adam AS, yang datang ke Baitullah untuk berhaji maupun umrah. Hadits shohih riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Amir bin Ash mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Rukun (hajar aswad) dan Maqam (batu/maqam Ibrahim) dua batu ruby dari surga yang dihilangkan cahayanya oleh Allah SWT. Kalau cahayanya tidak dihilangkan maka dua batu ruby tersebut mampu menyinari dunia dari barat sampai timur’.

Suatu riwayat shohih lainnya mengatakan, ‘Rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Batu/Maqam Ibrahim) berasal dari batu-batu ruby surga yang kalau tidak karena sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara timur dan barat. Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuh dari sakitnya’.

Hadits shohih riwayat Imam baihaqi dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar’.

Hadits Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Ni’matilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat’.

Berdasarkan bunyi hadits-hadits itulah antara lain maka setiap jemaah haji, baik yang mengerti maupun tidak mengerti selalu berusaha untuk menyentuh Hajar Aswad.

(5) HIJIR ISMAIL. Hijir Ismail adalah salah satu bagian dari ka’bah yang dahulunya adalah bagian dari ka’bah itu sendiri. Dipagari oleh tembok rendah (Al-Hatim) berbentuk setengah lingkaran. Hijir Ismail sering dipakai untuk melakukan sholat sunat oleh jemaah haji karena diyakini sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa. Hijir Ismail dahulunya adalah bekas rumah keluarga Nabi Ibrahim AS. Di situlah Nabi Ismail AS tinggal semasa hidupnya, kemudian menjadi kuburan beliau dan ibunya , Siti Hajar.

Ketika ka’bah dipugar oleh suku Quraisy pada tahun 606 M, waktu itu Nabi Muhammad SAW berusia sekitar 35 tahun, mereka kehabisan dana untuk membangun ka’bah seukuran aslinya, karenanya mereka mengurangi panjang tembok sisi barat dan sisi timur di bagian utara sekitar 3 meter. Itulah sebabnya luas ka’bah menjadi berkurang sedangkan luas Hijir Ismail menjadi bertambah. Orang yang sedang thawaf harus mengitari Hijir Ismail. Thawaf dinyatakan tidak sah kalau tidak mengitari Hijir Ismail, karena sebagian Hijir Ismail termasuk bagian dari ka’bah. Kalau kita ingin sholat di dalam ka’bah, cukup sholat di Hijir Ismail, seperti yang pernah diriwayatkan oleh Siti Aisyah RA, ‘Aku pernah minta kepada Rasulullah SAW agar diberi izin masuk ka’bah untuk sholat di dalamnya’. Lalu beliau membawa aku ke Hijir Ismail dan bersabda, ‘Sholatlah kamu di sini kalau ingin sholat di dalam ka’bah, karena ini termasuk bagian dari ka’bah’.

Sebagaimana di dinding Multazam, di Hijir Ismail pun banyak orang berebut untuk sholat sunat. Hal ini karena diyakini semua doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT di tempat ini akan mustajab. Dalam salah satu riwayat, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepada Abu Hurairah, ‘Wahai Abu Hurairah, sebenarnya di pintu Hijir Ismail ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan sholat dua rakaat di Hijir itu. Kau telah diampuni dosa-dosamu, mulailah dengan amalan-amalan baru’. Juga di pintu yang satu lagi ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang keluar setelah sholat di Hijir, ‘Kau telah mendapatkan rahmat, kalau kau umat Muhammad kau telah menjadi orang yang taqwa’.

Sholat sunat di Hijir Ismail adalah sholat sunat biasa yang tidak ada hubungannya dengan sholat sunat thawaf, dan dapat dilakukan kapan saja bila ada kesempatan. Pada saat sholat berjamaah fardhu sedang berlangsung, Hijir Ismail biasanya digunakan untuk menampung jenazah yang akan disholatkan di Masjidil Haram. Dan sholat jenazah dilaksanakan setelah selesai sholat fardhu.

(6) MAS’A. Mas’a adalah sebutan untuk tempat para jemaah haji melakukan sa’i, yang dibangun untuk menghubungkan bukit Shafa dan bukit Marwa. Terbuat dari lantai pualam yang terhampar sepanjang 405 meter. Jemaah haji yang melakukan sa’i diharuskan melalui jalur tersebut sebanyak 7 kali pulang pergi. Karena setiap musim haji Mekah dikunjungi sekitar 2 juta jemaah maka tempat sa’i dibuat menjadi 2 tingkat, dimana tingkat atas juga diberi beton peneduh sehingga jemaah terhindar dari teriknya matahari. Kawasan yang terletak antara Shafa dan Marwa yang sekarang ditandai oleh lampu neon hijau disebut Bathnul-Wadi. Di kawasan ini jemaah haji laki-laki yang sedang sa’I disunatkan berjalan cepat atau berlari kecil mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Masjidil Haram bentuknya relative bulat melingkari ka’bah dan sangat luas, sehingga untuk dapat memasukinya dari segala arah diperlukan banyak pintu. Jumlah pintu Masjidil Haram ada 94 buah yang terdiri dari 4 buah pintu utama dan 90 pintu biasa. Karena banyaknya pintu dan bentuknya yang hampir serupa mengakibatkan banyak jemaah yang tersesat. Untuk menghindari hal tersebut kita perlu mengetahui denah Masjidil Haram dan posisi pintu-pintu tersebut. Tiap pintu mempunyai nama sendiri yang dikaitkan dengan nama tokoh atau tempat yang mempunyai peran dalam perkembangan Islam.Diantaranya terdapat nama-nama Abu Bakar Shiddiq, Ibrahim, Ismai, dan lain-lain.

Masjidil Haram berada di sebuah lembah, terasa selalu akomodatif dan ajaib. Jutaan jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia masih bisa tertampung di masjid ini. Masjidil Haram mempunyai tiga lantai dengan sembilan menara besar yang tinggi. Kesembilan menara dengan relief dan ukiran jendela yang khas itu siang dan malam ditaburi cahaya sehingga terlihat terang benderang seperti siang karena didominasi sinar warna putih dari lampu mercuri yang bersumber dari generator listrik jutaan watt.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: